Inilah buku pertama di Indonesia tentang spiritualitas pemenangan pemilu. Jangan membeli apalagi membaca tuntas buku ini jika Anda belum membutuhkan kemenangan dalam Pemilu 2014. Tetapi jika kemenangan itu bersifat penting, segera dan mendesak untuk perubahan hidup Anda, maka seraplah ajaran inti buku ini dengan kekuatan hati. Masuklah ke jalur baru pemenangan pemilu. Lakukan tindakan perubahan. Insya ALLAH keberkahan dan hidayah akan datang untuk kemenangan Anda. Yakin. Pasti. Karena ALLAH.

Rabu, 05 Juni 2013

Menanam Akar Kemenangan: Niat

Segala sesuatu  memerlukan  langkah      pertama yang tepat.  Sesuatu disebut ibadah karena diawali oleh niat. Semua ibadah dalam     Islam diawali dengan niat.  Tanpa niat semua ibadah sia-sia, tertolak.

Kenapa anda harus berniat sebelum melangkah lebih jauh dalam pertarungan politik di pemilu? Jawabannya jelas:
  • Anda sedang berada di jalur politik sebagai ibadah. Niat ini yang membedakan anda sedang beribadah atau tidak dalam berpolitik.
  • Niat itu akan membimbing dan memberikan arah agar perilaku selalu berada di jalur yang sesuai dengan tujuan niatnya.
  • Niat itu memberikan kekuatan yang luar biasa untuk mengatasi masalah yang dihadapi sehingga mampu mencapai apa yang dikehendaki.
Ingat hadits Rosulullah SAW yang populer itu:
Sesungguhnya setiap perbuatan itu diberi ganjaran sesuai dengan niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan  mendapat ganjaran sesuai dengan niatnya, maka barangsiapa yang hijrahnya untuk ALLAH dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu untuk ALLAH dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya untuk urusan dunia, atau untuk wanita yang ingin dinikahinya. maka hijrahnya adalah untuk apa yang diniatkannya.”

Hadits ini menegaskan bahwa apa yang akan diperoleh seseorang sangat tergantung pada niat yang ditanam dalam hatinya. Dengan kata lain, tanpa ada niat yang jelas maka tujuan yang hendak dicapai menjadi tidak jelas juga, dan karenanya sulit untuk diraih.

Apakah setiap niat yang ditanamkan pada diri setiap orang akan membawa hasil sesuai yang diinginkannya? Tentu saja tidak. Ini berarti kita bicara soal niat yang benar, niat yang sah, niat yang diterima, niat yang mustajab.

Ada kunci kunci kemustajaban niat yang harus digali, dipahami, dan diterapkan sehingga niatnya menjadi jitu, ampuh dan berenergi.  Niat itu akar kemenangan. Jika akarnya rapuh, maka rapuh pula semua batang, dahan, daun dan buah kemenangan.

Inilah kunci kemustajaban niat:
  • Pertama, memiliki maksud yang khusus, tunggal, dan jelas.
  • Kedua, niat itu menggambarkan perbuatan yang akan dilakukan atau situasi yang akan terjadi.
  • Ketiga, niat itu harus dilakukan karena ALLAH dan ditujukan untuk ALLAH.
  • Keempat, berniat itu harus dilakukan dalam kondisi sikap mental dan perasaan positif yang terbaik: sadar, ikhlas, khusyu’ atau konsentrasi, fokus, sabar, yakin dan berserah diri.
Ingat, ALLAH itu mengikuti persangkaan hamba-Nya. Jika anda yakin, maka ALLAH pun yakin. Jika anda ragu, maka ALLAH pun ragu. “Aku jauh, Engkau jauh. Aku dekat, Engkau dekat,” begitu kata syair lagu Bimbo. Jangan sepelekan soal keyakinan karena ini kunci terpenting untuk membuat segala sesuatu menjadi mudah, nyaman, tenang dan mencapai tujuan akhir. Keajaiban hanya terjadi bagi mereka yang yakin.

Apakah ada tawar menawar dalam empat syarat bagi niat yang mustajab itu? Tidak. Semuanya harus terpenuhi dengan benar dan harus diusahakan sempurna. Bagaimana mungkin anda berniat mencapai sesuatu tapi anda tidak tahu apa yang harus dilakukan dan tidak jelas pula ke mana arahnya? Bagaimana mungkin suatu perbuatan mencapai tujuan yang dikehendakinya jika anda sendiri menjalankannya dengan terpaksa dan setengah hati alias tidak yakin?  Bagaimana mungkin anda mendapat pertolongan ALLAH jika anda sendiri berniat dan berbuat bukan karena ALLAH?

Karena itu menyatakan niat tidak cukup sekali. Perlu pengulangan terus menerus untuk mencapai kesempurnaan. Dalam pengulangan ini ada pembelajaran, ada hikmah, ada pengalaman. Bukankah sholat Maghrib itu tidak hanya sekali, akan ada lagi sholat Maghrib berikutnya? Bukankah puasa romadhon itu tidak hanya sekali, pasti akan ada waktu romadhon berikutnya? Jika dia bersungguh-sungguh, pada akhirnya tiap-tiap orang akan mendapatkan titik yang terbaik dalam menyatakan niatnya sesuai dengan pengalaman dan suasana batinnya masing-masing. Pada saat berniat sesungguhnya dia sedang membuka pintu awal komunikasi dengan ALLAH.

Sekarang perlu merumuskan niat dan berlatih menanamkan niat kemanangan dalam hati. Rumusan niat bebas saja menurut bahasa, kalimat dan kata yang anda pahami maksudnya.  Yang penting memenuhi unsur-unsur kemustajaban niat. Misalnya contoh di bawah ini:
  • Ya ALLAH hamba berniat menjadi calon legislatif, maka berilah hamba kemenangan dengan terpilih sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Jabar X dalam pemilu 2014 demi iman dan taqwa kepada-Mu ya ALLAH. Kabulkan ya ALLAH.
  • Ya ALLAH hamba bermohon kepada-MU kiranya Engkau ridho hamba-Mu yang lemah ini terpilih sebagai anggota DPRD Kota Banjar dalam Pemilu 2014 sebagai wakil dari masyarakat di Daerah Pemilihan Banjar III, semata-mata karena kekuasaan-Mu, semata-mata karena izin-Mu. Kabulkan ya ALLAH.
  • Ya ALLAH saya berniat menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo, maka berilah kepada hambaMu ini kemudahan, kelancaran, keberhasilan dan kemenangan untuk terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo dalam Pemilu 2014, semata-mata hanya karena Engkau ya ALLAH, semata-mata karena kekuasaan-Mu.
  • Dan lain-lain rumusan niat yang bisa anda kemas dan kembangkan sendiri.
Dalam menanamkan niat kemenangan sertakan imajinasi kemenangan. Jangan sepelekan imajinasi untuk mencapai tujuan anda, untuk memperkuat niat kemenangan anda. Imajinasi adalah kekuatan, bukan khayalan iseng-iseng karena imajinasi itu:
  • Kekuatan yang mendorong sesuatu tidak ada menjadi ada.
  • Kekuatan yang menggerakkan sesuatu yang berhenti menjadi terus berjalan dan bahkan berlari.
  • Kekuatan yang menerangi sesuatu dari gelap dan samar-samar menjadi jelas bentuknya.
  • Kekuatan yang merubah hal-hal biasa menjadi hal yang luar biasa dan dahsyat.
  • Kekuatan yang merubah kegagalan menjadi keberhasilan dan kesuksesan.
Bagaimana semua proses itu dimungkinkan terjadi? Inilah rahasianya. Setiap imajinasi akan diserap dan disimpan dalam pikiran bawah sadar. Imajinasi itu tidak hilang dan tidak menguap begitu saja, tapi tersimpan dalam memori pikiran bawah sadar. Jika imajinasi yang sama terus menerus dan berulang-ulang dimasukkan ke dalam memori pikiran bawah sadar yang tersimpan dalam otak kanan itu, maka dia akan menjadi energi dan kekuatan. Energi inilah yang selanjutnya mendorong imajinasi itu dibuktikan dalam peristiwa nyata yang bisa dirasakan dan disaksikan oleh panca indera.

Maka, sekarang berniatlah. Niat untuk kemenangan anda. Sekali lagi, jangan sepelekan niat jika anda ingin menang.

Tidak ada komentar: